Senin, 16 Januari 2012

Sensitivitas harga minyak dunia




Politik global lagi-lagi terjebak dalam perseteruan dan konspirasi. Jika anda memperhatikan politik hari-hari ini, maka anda akan menyadari ada ketegangan antara Iran dan Amerika plus Israel. Yah, bukan baru- baru ini memang, awalnya sudah lama, tetapi semakin lama semakin membesar sampai hari ini. Terjadi serentetan kejadian-kejadian. Kalau kita urutkan kejadiannya mungkin kita mulai saja dari kerusuhan yang terjadi dikedutaan Inggris di Iran. Kejadian ini jelas membuat Iran semakin terisolir. Reaksi inggris langsung dengan melakukan penutupan kedutaan Iran di Inggris. Orang-orang Eropa ramai-ramai cabut dari Iran. Ini bukan hal baik bagi Iran. Hal itu diakui sendiri oleh para petingi Iran. Silaturahmi sama orang eropa hampir terputus.


Badan PBB yang melakukan audit fasilitas Nuklir Iran menyatakan bahwa Iran berpotensi memproduksi senjata nuklir. PBB tidak menyatakan dengan tegas bahwa Iran memproduksi senjata Nuklir. Iran juga membantah keras bahwa ia melakukan pengayaan uranium untuk senjata Nuklir, klaim Iran adalah bahwa fasilitas nuklir hanya digunakan untuk pembangkit listrik.

Amerika dan Israel gencar melakukan aksi protes demi terhentinya program nuklir Iran. Pemerintah Iran menyatakan bahwa AS dan Israel takut kalau-kalau Iran menjadi semakin kuat. Disamping itu baru-baru ini terjadi suksesi peralihan kekuasaan baru di timur tengah. Keadaan ini menambah tegang posisi Iran. Akan kemanakah politik dunia selanjutnya.

Perkembangan terbaru adalah kapal-kapal tempur AS dan Inggris mulai sliwar-sliwer  sampai-sampai ada pesawat tempur mata-mata tanpa awak milik Amerika yang ditembak jatuh Iran. Kapal Ingris juga berlayar di laut persia. Ketegangan semakin meningkat dan Iran mengancam akan menutup selat Hormuz. Selat yang penting untuk perdagangan minyak mentah dari dunia arab. Ibaratnya Iran sedang mengancam menghentikan pasokan minyak dunia. 

Pemerintah AS lalu melakukan lobi-lobi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak Iran. AS melobi tiongkok dan Tokyo. Dan keduanya sepertinya oke-oke saja dengan lobi AS. Sementara eropa juga melakukan hal yang sama, mengurangi ketergantungan terhadap minyak Iran, masalahnya adalah Yunani yang sedang terkena krisis masih sangat membutuhkan pasokan minyak dari Iran. 

Semoga ketegangan politik ini tidak berujung pada perang. Perang sudah terbukti merugikan umat manusia. Baik yang diserang maupun yang menyerang sama-sama kehilangan dan kehancuran. Semoga tatanan dunia menjadi lebih baik sehingga dunia bisa berada dalam damai dan tanpa perang.
Efek dari semua ketegangan ini terhadap mata uang  dan pasar forex adalah terjadinya sensitivitas isue minyak. USD cenderung melemah terhadap berita-berita yang menyangkut minyak. Harga minyak diprediksi naik dalam waktu dekat, sehingga kekuatan USD akan melemah. Krisis Eropa akan berakhir atau berlanjut tergantung pada solusi yang akan digagas dalam waktu dekat ini, semakin lama solusi itu digagas semakin besar tekanan yang akan diterima Uni eropa. yang jelas pengetatan anggaran yang selama ini dilakukan bukan solusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar